BAGIKAN
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya bersama para Kepala SKPD meninjau kondisi RSUD Kawali, Senin (13/01/2020). Foto: Egy

KAWALI – Sebagai upaya mempermudah akses mendapatkan fasilitas layanan dibidang kesehatan RSUD Kawali dibangun untuk memperpendek jarak bagi masyarakat Ciamis Utara. Namun, RSUD Kawali masih belum beroperasi dikarenakan masih banyak perbaikan segi fisik dan pelengkapan alat kesehatan serta kesiapan sumber daya manusia untuk mengelola RSUD Kawali tersebut.

Dalam kunjungan yang dilakukan oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya ke RSUD Kawali , Senin (13/01/2020) dirinya mendesak kepada pengembang dan SKPD teknis terkait agar RSUD Kawali segera beroperasi paling lambat di awal tahun 2021.

Herdiat mengungkapkan akan memfokuskan kepada tiga hal, yaitu managemen infrastruktur, alat-alat kesehatan (alkes) dan administrasi managemen sumber daya manusia.

“Infrastruktur harus segera dibereskan dan alkes juga harus diinventarisir apa yang harus dilengkapinya, administrasi managemen SDM RSU Kawali harus segera diselesaikan, mau tipe apa pun tidak masalah, meskipun RSU Kawali mendapat tipe-D, tapi dari segi pelayanan seperti RS bertipe B itu akan lebih baik,” jelas Herdiat.

“RSUD Kawali ini harus segera diselesaikan agar dapat segera beroperasi sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat”.

“Apabila RSU Kawali ini selesai dan bisa digunakan untuk melayani masyarakat, diharapkan akan dapat memberikan dampak peningkatan ekonomi untuk masyarakat sekitar,” terang Herdiat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. H Yoyo mengakui, untuk menyelesaikan RSUD Kawali perlu diselesaikannya pembangunan pengelolaan sampah B3 sebagai syarat pengajuan akreditasi Rumah Sakit.

“akreditasi sangat penting dilakukan karena 80 pesen pasien di Kawali ini merupakan pengguna BPJS, dan salah satu persyaratan kontrak kerjasama dengan BPJS adalah RSU Kawali harus sudah terakeditasi”.

Yoyo menambahkan, RSUD Kawali harus segera membentuk stuktur organisasi, untuk membereskan persyaratan perizinan, SOP, surat izin praktek dan lainnya, apabila stukturnya sudah ada itu tergantung kebijakan Bupati.

“masih banyak kekurangan yang harus segera dilengkapi, salahsatunya tempat tidur pasien, untuk alkes juga harus dilengkapi seperti alat rongent harus dimiliki RSUD Kawali, penataan ruangan, alat dapur dan lainnya”, jelas Yoyo. *Ata

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini